Senin, 19 Desember 2011

Sisi Lain



                Sudah hampir 5 bulan saya tinggal di kota angin mamiri ini. Banyak hal baru yang saya lihat. Tapi, jujur dari lubuk hati yang paling dalam (*hadeuhh lebay dehh :p)  hal yang membuat saya bertanya-tanya adalah, kenapa disini banyak sekali anak-anak kecil yang sudah menanggung beban terlalu berat di usia yang masih sangat muda? (baca : anak jalanan)
                Selama tinggal di Kendari, anak-anak kecil yang berjuang mencari nafkah di jalan sih ada, tapi kayaknya tidak sebanyak yang saya temui selama tinggal di Makassar (atau mungkin dulu saya yang kurang peka???)
                Kayaknya, selama tinggal disini, saya sering sekali bertemu anak-anak yang bahkan masih dibawah umur, berdagang, mengamen bahkan mengemis demi sesuap nasi.
                Suatu kali, saya bersama teman sekamar saya pergi makan ke salah satu tempat makan, di tempat tersebut yang jadi tukang parkirnya adalah anak kecil, mungkin usianya sekitar 6 tahun.
                Belum lagi yang di sekitaran kampus, banyak sekali anak-anak kecil yang sering berkeliaran menjajakan snack atau stiker untuk mereka jual.
                Pernah, suatu hari, teman saya bercerita, dia pernah mendapati seorang anak kecil kehujanan dan kelaparan di area kampus. Teman saya pun bertanya ke anak itu, katanya anak itu gak bisa pulang karena sangat kelaparan dan belum mengumpulkan botol plastik yang menjadi sumber mata pencahariaannya. Miris gak??
                Kalau dibandingkan dengan saya waktu masih kecil dulu, saya tahunya kalau mau dapat uang tinggal merengek ama bapak saya. Dan kalau permintaan saya gak di penuhi, yang saya tahu Cuma menangis.  Beda dengan mereka. Saya yakin mereka itu anak-anak yang tegar dan kuat dibandingkan dengan saya dahulu.
                Disini, sayajuga sepatutnya bersyukur. Setidaknya, saya mempunyai masa kecil yang cukup membahagiakan dibanding dengan mereka.
                Mungkin, disini kita patut menyalahkan pemerintah, karena menurut saya mereka juga yang bertanggung jawab terhadap anak-anak jalanan itu. Sepengetahuan saya, dalam UUD 1945 pasal 34 juga disebutkan “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”.
                Tapi disisi lain, kita sebagai mahasiswa juga harus berpikir. Kita ini kan mahasiswa. Biaya kuliah kita itu di subsidi oleh pemerintah. Jadi kita juga gak harus terus-menerus menyalahkan mereka. Kita seharusnya membantu mereka buat mikir. Betul gak??? Jadi,,, bagaimana menurut anda MAHAsiswa???? (including me)
MAHAsiswa bede....................