Rabu, 08 Februari 2012

Finding "A Comfort Zone" For Myself


Pengen Pindah Kosan L

Huuuuaaaa saya sudah tidak tahan lagi ! ! !
Setiap pagi “RAMSIS” membuat saya semakin tidak nyaman tinggal di sini ! ! !
Asrama Mahasiswa ini bukan lagi tempat yang nyaman buat saya L

Gimana gak, klo tiap kali mau mandi harus ngantri, ehh belum selesai antrian malah air udah MATI !! Ngenes banget ! ! !
Belum lagi kantinnya yang harga makanannya muahalll dan makanannya membuat saya bosan ! (enakan Mc D atau KFC #plakkk )
Kalau mau beli galon, harus beli sama pak satpamnya. Giliran air galon saya habis, pas mau beli, eh Pak satpamnya keluyuran entah dimana !! #sial
Disekitar RAMSIS juga gak ada warung atau toko, jadi, kalau mau beli sesuatu harus keluar dari daerah kampus,, jauhhh booo ! ! !

See,,,  banyak hal yang membuat saya merasa tidak nyaman ! !
Dan masih banyak HAL LAIN yang membuat saya tidak lagi ingin menetap disini ! ! !

Satu hal yang membuat saya senang tinggal di sini, karena jaraknya yang sangat dekat dengan kampus. Kalau ada istirahat setengah jam aja, bisa pulang dulu kan.

Tapii tetap saja...
Saya pengen pindah ! ! !
Banyak ‘hasutan’ yang juga menyarankan saya untuk pindah.

Biarlah kesepian sendiri asalkan NYAMAN
Biarlah harus jalan kaki jauh-jauh kalau mau ke kampus asalkan NYAMAN

Mengutip qoute ‘Manusia Setengah Salmon’ – nya Raditya Dika :
“Mungkin itu masalahnya, pikir gue. Seperti rumah ini yang terlalu sempit buat kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan TIDAK NYAMAN, saat itulah seseorang harus pindah ketempat yang (dirasa) cocok untuk dirinya.” #Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat

Lagi pula, tujuan saya ‘pindah’ kesini adalah untuk mencari kenyamanan yang baru...
Kalau saya sudah merasa tidak nyaman lagi, untuk apa bertahan ?????

It seems like, I must finding a “comfort zone” for myself, again.......