Kamis, 24 Mei 2012

Sastra Inggris??? Let Me Introduce It To You


Well, sepertinya saat ini lagi hot-hotnya para siswa/siswi kelas XII SMA/SMK sederajat yang mau melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi. Untuk sedikit mengatasi kegundahan mereka, kali ini saya mau share mengenai Jurusan saya (Sastra Inggris), siapa tahu bisa jadi inspirasi dan bahan pertimbangan buat kalian yang lagi bingung milih jurusan (sekalian promosi #uhuuk# :p )
check this out..

SASTRA INGGRIS 

Apa sih sastra (literature) itu? 
Sastra adalah karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.


Apakah sastra berhubungan dengan bahasa?
Iya banget, karena nyata jelas bahwa sastra menggunakan bahasa sebagai medianya.


Fungsi sastra itu apa?
Fungsinya untuk memberikan kesenangan, pengalaman baru kepada pembacanya, pencucian diri dan ekspresi :-?


Apa si bahasa itu?
Banyak orang menggunakan fungsi bahasa sebagai definisi bahasa itu sendiri. Misal,
Bahasa adalah alat komunikasi,
Bahasa adalah penyampai gagasan.
Ya emang gitu nyatanya, gak salah dong :D


Apa sih Linguistik? Kita akan mempelajari benda ini juga? 
Linguistik adalah ilmu-ilmu bahasa. Ketika masuk jurusan Sastra Inggris anda akan banyak mempelajari seluk beluk bahasa inggris lebih dalam dengan linguistik. Seperti filsafat dan fungsi bahasa yang tergali lebih dalam.
(mata kuliah ini membuat keringat saya sampe” keluar dari mata  (_) )


Bahasa Inggris kok penting? 
Bahasa nomor satu di dunia yang nyaris pasti ada dalam buku manual ketika kita membeli perangkat elektronik tertentu, begitu bukan? 


Kenapa harus kuliah bahasa Inggris kalo kursus saja sudah cukup?
Bedanya adalah : 
Kuliah : 
1. Dipersiapkan menjadi Dwibahasawan yang juga menguasai bidang sastra. 
2. Meliputi banyak bidang ilmu, seperti sastra, linguistik, sejarah dan lain-lain.
3. Bersifat keilmuan dan keterampilan
4. Mempelajari bahasa dan sastra Inggris
5. Lebih Intensif, hampir tiap hari , jam lebih banyak dengan masa belajar lebih lama
6. Diajar oleh dosen yang ahli dalam bidang bahasa dan sastra inggris dari dalam dan luar negeri.
Bandingkan per poin yak :-V

Kursus : (maaf , bukan bermaksud)
1. Pada umumnya ditargetkan untuk perihal tertentu saja, lulus UAN, Lulus TOEFL, kerja, ---> “dapat berbahasa Inggris” 
2. Hanya terkonsen pada satu keterampilan, misal : conversation, grammar, atau TOEFL.
3. Lebih pada keterampilan.
4. Lebih mempelajari bahasa Inggris 
5. Tidak Intensif : misal : 3 x 1,5 jam per Minggu
6. Terkadang diajar oleh mahasiswa, kan??

Gelar yang diperoleh setelah lulus sastra Inggris?
S.S Sarjana Sastra

Mau jadi apa ntar? Kerja apa? 
1. Translator : biasa langsung menghadapi teks, diartikan, selesai
Interpreter : biasa langsung bertatap muka, dengar bule bicara, artikan, itu bedanya :-V
2. Pendidik : bisa lah...
3. Kritikus sastra : pengulas, pengevaluasi alias komentator alias korektor karya orang.
4. Ahli Bilingual : terkadang pak Gubernur harus pidato bahasa Inggris, nah, biar dia yakin yang diomongi bener, teks iya ahli bilingual yang koreksi :-V
5. Liaison Officer : Penghubung antara dua pihak berbeda bahasa
6. masuk deplu, dan seterusnya...

Akhirnya, Kursus Bahasa Inggris adalah hal yang sangat baik, namun ketika anda punya minat lebih di bahasa Inggris, tidak akan salah jika anda meneruskan studi anda di Jurusan Sastra Inggris.

Nahh itu tadi beberapa keunggulan masuk di Jurusan Sastra Inggris, So....

Jadi Mahasiswa Sastra? Why Not!!!
Banyak yang mengira, Mau jadi apa sih masuk Sastra Inggris??”
Saya juga sering mendapat pertanyaan kayak gini :
Kamu mau kuliah itu? Mau jadi apa kamu nanti?” atau, 
Kalau lulusan dari situ nanti kerjanya apa? Ngajar ya?” atau pun, 
Mau jadi sastrawan ya? Jadi dosen atau guru bahasa Inggris ya? Jadi penerjemah ya?” atau juga, 
Eh lebih baik kamu milih Sastra anu, soalnya itu lagi banyak dibutuhkan. Kalau Sastra Inggris itu sudah terlalu banyak lulusannya.” 
Dan yang paling sering singgah di telinga saya
Sastra Inggris? Sastra Ya? Knp Bukan Pendidikannya saja


                Dulu, Saat mendaftar snmptn, saya termasuk orang yang tidak peduli dengan selera pasar, saya tidak peduli dengan jurusan apa yang laku dipasaran. Saya juga tidak berminat masuk di jurusan sejuta umat (baca: kedokteran) . Orang tua saya membebaskan saya memilih jurusan yang saya minati. So, jadilah sekarang saya masuk di Sastra Inggris Unhas . Bisa dibilang, It has been my passion.
                Tetapi, sepertinya ,masih ada orang yang berpandangan (sempit) bahwa jurusan sastra adalah bidang ilmu yang tidak bergengsi, tidak aplikatif, tidak berguna, terlalu remeh dan mudah, and so on.Sebagai mahasiswa jurusan sastra (baca: open minded) saya maklum adanya kalau kebanyakan orang di sekitar saya masih berpandangan seperti itu. Saya mengerti, dengan latar budaya dan ekonomi seperti di Indonesia, wajar kalau orang masih belum bisa menghargai apa itu sastra. Taraf hidup dan kesejahteraan orang Indonesia yang masih berada di level menengah ke bawah membuat mereka lebih menghargai bidang ilmu yang terlihat lebih aplikatif dan yang manfaatnya bisa dirasakan nyata untuk semua kalangan, seperti ilmu kedokteran misalnya.
                Asal kalian tahu, saya mendapatkan buanyaaaak hal dari kuliah di jurusan sastra. Mungkin kalian mengira kami hanya belajar bahasa, grammar, dan semacamnya itu. Tapi kalau saja kalian mau membuka pikiran sedikiiit saja, posisi ilmu sastra itu sesungguhnya berada di paling atas, sastra adalah payung dari bidang ilmu lain, seperti kedokteran, psikologi, matematika, biologi, dan lain sebagainya. Sederhananya, kalau kalian tidak mengerti apa itu bahasa, mana mungkin kalian bisa mengerti ilmu-ilmu lain yang kesemuanya tidak akan bisa ditransfer tanpa keberadaan bahasa?
                Tanpa ilmu sastra, tidak akan bisa sebuah negara berdiri dengan kokoh. Lihat saja, tanpa kritikan dan masukan dari para sastrawan dan pengamat budaya, apa jadinya Indonesia yang sudah bobrok ini? Jangan salah, kalau di negara maju, bukan mahasiswa kedokteran yang disanjung-sanjung, tapi justru orang yang menguasai ilmu literature.
               So… setelah membaca tulisan ini, masih adakah diantara kalian yang menganggap ilmu sastra itu cenderung remeh dan tidak ada gunanya? Yang pasti, saat memilih jurusan, pastikan itu jurusan yang kalian minati, yang udah mantap di hati, biar gak jadi MAPALA (Mahasiswa Paling Lama) *amit-amitjabangbaby* and be pround of your department !

Semoga Artikel ini bisa menjadi salah satu inspirasi...

Dengan Cinta dan Sedikit Keras Kepala, Kabarkan Sastra Kepada Mereka Yang Tak Jelas Berkata....



Source :